Categories
pengumuman

Undangan TAM

Berikut surat undangan TAM 2023 yang dapat diunduh sebagai dasar Surat Tugas pada instansi Saudara.

Categories
rangkaian acara

TAM 2023

Categories
pengumuman

Perpanjangan batas waktu pendaftaran

Dengan hormat,

Bersama ini kami informasikan bahwa periode pendaftaran untuk event TAM 2023 telah diperpanjang. Kebijakan ini memberikan kesempatan lebih luas bagi seluruh peserta yang ingin mengikuti kompetisi.

Periode pendaftaran diperpanjang sampai dengan tanggal 3 September 2023.

Kami mengimbau kepada seluruh calon peserta untuk memanfaatkan kesempatan perpanjangan pendaftaran ini. Jangan lewatkan kesempatan emas untuk menjadi bagian dari event The Asset Manager.

Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

  • Email: info.lman@kemenkeu.go.id
  • WhatsApp: +62 877 0005 9555

Atas perhatian dan partisipasinya, kami mengucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Panitia TAM 2023

Categories
blog

Strategi pengelolaan aset negara

Aset properti milik negara adalah elemen penting dalam perekonomian suatu negara. Properti tersebut dapat berupa gedung pemerintahan, fasilitas umum, tanah kosong, dan berbagai jenis properti lainnya.

Dalam konteks makroekonomi, aset properti negara dapat dianggap sebagai barometer dari kekayaan nasional. Ketika dikelola dengan baik, aset-aset ini mampu berkontribusi signifikan terhadap pendapatan nasional dan mendukung pembangunan infrastruktur yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Misalnya, pendapatan dari sewa atau penjualan aset bisa menjadi sumber pendapatan negara yang signifikan, membantu mendanai berbagai program pemerintah dan inisiatif pembangunan. Selain itu, optimalisasi aset properti milik negara juga dapat menarik investasi baik domestik maupun internasional, mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilitas finansial.

Sumber: DALL-E

Sementara itu, dari perspektif mikroekonomi, aset properti milik negara juga memegang peran penting. Bagi individu dan perusahaan, aset properti negara seperti tanah atau bangunan dapat menjadi sumber daya penting yang memungkinkan atau mendukung aktivitas ekonomi mereka. Misalnya, bagi pengusaha, akses ke properti pemerintah yang strategis bisa berarti perbedaan antara sukses dan gagal dalam bisnis mereka. Bagi individu, properti negara dapat menjadi tempat tinggal atau bisnis, memberikan kestabilan dan keamanan ekonomi. Selain itu, penggunaan aset properti negara yang optimal dan adil juga dapat berkontribusi terhadap distribusi kekayaan yang lebih merata di masyarakat.

Manajemen aset properti milik negara adalah tugas yang kompleks dan menantang. Memerlukan keseimbangan antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang, antara kebutuhan finansial dan sosial, dan antara kepentingan berbagai pihak yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang jelas, efektif, dan transparan, serta pengawasan dan kontrol yang kuat untuk memastikan bahwa aset properti negara dikelola dengan cara yang paling optimal dan adil untuk semua pihak yang terlibat. Berikut beberapa strategi dan metode yang dapat dilakukan untuk mencapai optimasi ini:

  1. Penilaian Aset: Penilaian aset adalah langkah penting pertama dalam mengoptimalkan aset properti. Ini melibatkan evaluasi nilai pasar saat ini dari properti, serta potensi penggunaannya dalam jangka panjang. Metode penilaian harus mencerminkan tujuan dan kebutuhan spesifik dari negara, serta kondisi pasar properti yang relevan. Contoh dari penilaian aset bisa dilihat dari proses penilaian tanah atau bangunan pemerintah untuk memastikan nilai pasar saat ini. Penilaian ini sering dilakukan oleh penilai profesional yang mempertimbangkan berbagai faktor seperti lokasi, ukuran, kondisi properti, dan tren pasar properti saat ini.
  2. Inventarisasi dan Manajemen Data: Manajemen data yang efisien dan transparan mengenai aset properti sangat penting. Pemerintah harus memiliki data yang lengkap dan akurat tentang semua properti yang dimilikinya, termasuk lokasi, ukuran, kondisi, dan status hukum. Sistem manajemen aset yang efektif dapat membantu dalam mengidentifikasi aset yang tidak terpakai atau kurang produktif, yang bisa digunakan lebih efektif atau dijual. Sebagai contoh, Pemerintah Singapura mengimplementasikan sistem manajemen aset berbasis digital yang disebut “Integrated Facilities Management”. Sistem ini memungkinkan mereka untuk melacak dan mengelola aset mereka secara efisien dan transparan.
  3. Pemanfaatan dan Alih Fungsi: Aset properti milik negara yang tidak atau kurang terpakai dapat dioptimalkan melalui pemanfaatan atau alih fungsi. Misalnya, bangunan atau tanah yang kurang produktif dapat diubah fungsinya menjadi pusat komunitas, area komersial, atau ruang publik yang bisa menghasilkan pendapatan bagi negara. Di banyak kota di seluruh dunia, bangunan pemerintah tua yang tidak lagi digunakan telah diubah menjadi ruang publik atau area komersial. Misalnya, di Amerika Serikat, bangunan pos tua di Washington D.C. diubah menjadi hotel mewah yang juga berfungsi sebagai pusat komunitas lokal.
  4. Pengembangan dan Investasi: Negara dapat bekerja sama dengan sektor swasta dalam pengembangan dan investasi aset properti. Kemitraan seperti ini dapat membantu dalam mengoptimalkan aset dengan mendatangkan investasi, teknologi, dan manajemen yang lebih baik dari sektor swasta. Sebagai contoh, Pemerintah Indonesia melalui PT Pengelolaan Aset Negara (PPAN) menjalin kerja sama dengan pengembang swasta dalam memanfaatkan aset-aset milik negara, salah satunya adalah dalam pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional.
  5. Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial: Mengoptimalkan aset properti juga berarti mengelolanya dengan cara yang berkelanjutan dan bertanggung jawab secara sosial. Ini bisa berarti memperhatikan dampak lingkungan dari penggunaan aset, memastikan aksesibilitas dan keterjangkauan, serta mendorong pertumbuhan dan pembangunan yang berkesinambungan. Contohnya, Pemerintah Denmark melakukan rehabilitasi gedung-gedung pemerintah tua dengan menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan, seperti penggunaan energi terbarukan dan efisiensi energi.
  6. Pengawasan dan Transparansi: Pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan aset sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan dan korupsi. Ini dapat dicapai melalui audit reguler, mekanisme pelaporan yang jelas, dan keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Di banyak negara, terdapat lembaga auditor independen yang melakukan audit atas penggunaan aset pemerintah. Di Indonesia, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berperan dalam hal ini. Selain itu, transparansi juga bisa dicapai dengan cara mempublikasikan informasi tentang aset dan penggunaannya, sehingga masyarakat dapat memantau dan ikut serta dalam proses pengambilan keputusan.
Sumber: DALL-E

Mengoptimalkan aset properti milik negara adalah proses yang kompleks yang membutuhkan strategi yang cermat dan pemahaman yang baik tentang dinamika pasar properti dan kebutuhan masyarakat. Namun, dengan pendekatan yang tepat, potensi manfaatnya dapat sangat besar, baik dari segi ekonomi maupun sosial.